TAPTENG, SINEWS.ID – Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan kembali membuahkan hasil positif bagi dunia pendidikan di daerah. Pemanfaatan Gedung Ruang Kelas Darurat (RKD) baru, yang dibangun atas sinergi Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) bersama Persatuan Islam (PERSIS), sukses menjadi saksi bisu kemeriahan acara wisuda dan pelepasan siswa-siswi TK Insan Bijak Islam. Agenda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pendidik, orang tua, serta tokoh masyarakat setempat, Jumat (12/6/2026).
Rangkaian acara diawali secara resmi dengan pembukaan dan doa bersama, disusul sambutan hangat dari Kepala TK Insan Bijak Islam, Rini Azhari Pasaribu, S.Pd., Gr. Dalam pidatonya, Rini menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan capaian para siswa selama menempuh masa awal pendidikan. Apresiasi serupa juga ditegaskan oleh Ketua Yayasan Abdullah Gulo, S.Pd.I., Gr., yang memotivasi seluruh pihak untuk terus mengawal tumbuh kembang anak-anak.
Memasuki momentum inti, prosesi wisuda ditandai dengan pengalungan medali serta penyerahan piagam kelulusan kepada seluruh peserta didik. Suasana haru dan raut wajah bangga tak mampu disembunyikan oleh para orang tua saat melihat buah hati mereka berhasil menyelesaikan satu tahapan penting dalam fase edukasi.
Untuk menghidupkan suasana, acara juga diintegrasikan dengan panggung pentas seni. Para siswa dengan percaya diri menampilkan ragam kreativitas mulai dari tari tradisional, paduan suara, pembacaan puisi, hingga atraksi seni lainnya yang mencerminkan keberhasilan stimulasi bakat sejak usia dini.
Melalui seremoni kelulusan ini, pihak sekolah berharap motivasi belajar para siswa kian terpacu untuk melanjutkan fase pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua murid.
Kehadiran Ruang Kelas Darurat (RKD) di TK Insan Bijak Islam Tapteng merupakan manifestasi dari program afirmasi Kemendikdasmen RI yang menggandeng PP PERSIS guna mengatasi ketimpangan fasilitas pendidikan di wilayah sekunder.
Langkah taktis pembangunan RKD ini diambil sebagai solusi cepat untuk memfasilitasi wilayah yang membutuhkan ruang belajar representatif secara instan. Pola kemitraan dengan PERSIS selaku ormas yang memiliki basis massa dan jaringan kuat di daerah terbukti mempercepat proses eksekusi program di lapangan, memangkas hambatan logistik, serta memastikan bantuan tepat sasaran.
Secara langsung, keberadaan infrastruktur baru ini meningkatkan indeks kenyamanan belajar mengajar secara drastis. Dampak jangka panjangnya adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat lokal terhadap institusi pendidikan anak usia dini formal, sekaligus menjadi stimulus bagi peningkatan mutu literasi dan numerasi dasar anak sejak usia emas.
Sebagai langkah keberlanjutan, diperlukan integrasi program antara dinas pendidikan setempat dengan pihak yayasan untuk merumuskan agenda pemeliharaan RKD. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan gedung ini untuk kegiatan komunitas literasi luar sekolah dapat menjadi solusi cerdas agar fasilitas publik ini memberikan nilai guna yang maksimal bagi lingkungan sekitar.
