JAKARTA, SINEWS.ID – Menyambut Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia kembali diingatkan pada dua momentum ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
Dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, kedua puasa ini tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah refleksi spiritual yang berakar kuat pada sejarah batiniah Nabi Ibrahim AS serta puncak prosesi ibadah haji di Tanah Suci.
Sejarah Hari Tarwiyah yang jatuh pada 8 Dzulhijjah berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS saat pertama kali menerima mimpi wahyu dari Allah SWT untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS.
Sepanjang hari itu, Nabi Ibrahim berada dalam kondisi merenung dan berpikir keras (yutarowwi) untuk meyakinkan diri apakah mimpi tersebut datang dari Allah atau bisikan setan. Di sisi lain, secara historis bagi jemaah haji, hari tersebut dinamakan Tarwiyah karena menjadi momen pengumpulan dan pembawaan bekal air (tarawwa) sebelum mereka bertolak menuju Mina dan Padang Arafah.
Memasuki hari berikutnya, yakni 9 Dzulhijjah yang dikenal sebagai Hari Arafah, sejarah mencatat momen krusial saat Nabi Ibrahim AS kembali memimpikan hal yang sama dan seketika meyakini serta mengetahui secara pasti (‘arafa) bahwa perintah tersebut adalah wahyu mutlak dari Allah SWT.
Selain itu, Padang Arafah juga diyakini sebagai tempat bertemunya kembali (ta’aruf) Nabi Adam AS dan Hawa setelah dipisahkan sekian lama saat diturunkan ke bumi, menjadikannya tanah penuh pengampunan tempat jutaan jemaah haji melaksanakan wukuf sebagai inti dari ibadah haji.
Mengingat besarnya keutamaan kedua hari ini, umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan untuk menghidupkan sunnah dengan berpuasa. Ganjaran yang dijanjikan pun tidak main-main, di mana Puasa Arafah disebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Bagi pembaca yang ingin menunaikan ibadah sunnah ini, berikut adalah bacaan niat Puasa Tarwiyah dan Arafah yang dapat dilafalkan pada malam hari atau sebelum terbit fajar.
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Lafaz Arab:
Lafaz Latin:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Terjemahan:
“Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Lafaz Arab:
Lafaz Latin:
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Terjemahan:
“Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
