LABUHANBATU SELATAN, SINEWS.ID – Aksesibilitas dan perputaran roda ekonomi masyarakat di pedalaman Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) kini memasuki babak baru. Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Maringan Simanjuntak, S.H., M.H., secara resmi menggunting pita tanda diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Desa Bunut, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara.
Kehadiran infrastruktur penghubung yang representatif ini disambut dengan antusiasme tinggi dan rasa haru oleh masyarakat setempat. Berkat rampungnya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini, warga Desa Bunut kini dapat bernapas lega karena mobilitas dan aktivitas sehari-hari, mulai dari urusan domestik hingga transportasi hasil bumi, menjadi jauh lebih mudah, aman, dan cepat dari sebelumnya.
Dalam sambutan resminya, Kapolres Labusel AKBP Maringan Simanjuntak menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam mendukung akselerasi pembangunan daerah.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan semata, melainkan juga menyentuh aspek pemulihan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara langsung melalui penyediaan fasilitas publik yang vital.
Sementara itu, Kepala Desa Bunut yang hadir mewakili seluruh elemen masyarakat, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu Selatan.
Menurutnya, sebelum jembatan ini berdiri kokoh, warga kerap menghadapi tantangan berat dan risiko tinggi saat harus menyeberangi sungai, terutama ketika debit air meluap di musim penghujan, yang otomatis melumpuhkan aktivitas ekonomi desa.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, Jembatan Merah Putih Presisi ini dibangun melalui skema gotong royong dan kolaborasi sinergis antara personel Polres Labusel, TNI, pemerintah desa, serta dukungan swadaya dari korporasi swasta yang beroperasi di sekitar Kecamatan Torgamba.
Pendekatan lintas sektoral ini menjadi bukti bahwa program “Polri Presisi” mampu menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau anggaran daerah.
Desa Bunut sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet di Labuhanbatu Selatan. Selama bertahun-tahun, ketiadaan jembatan yang layak membuat para petani terpaksa mengeluarkan biaya logistik yang membengkak karena harus memutar jalur alternatif yang jaraknya mencapai belasan kilometer, atau nekat menggunakan rakit penyeberangan tradisional yang sangat berbahaya.
Dengan diresmikannya jembatan baru ini, estimasi waktu tempuh menuju pusat kecamatan kini terpangkas hingga 70 persen. Pihak Polres Labusel juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Bunut untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memelihara fisik jembatan agar memilik masa pakai yang panjang demi keberlangsungan masa depan generasi muda di wilayah tersebut. (Red/Tim)
