Sertijab Kalapas Kelas IIA Binjai: Wawan Irwanto Resmi Gantikan Anton Setiawan

Sertijab Kalapas Kelas IIA Binjai: Wawan Irwanto Resmi Gantikan Anton Setiawan

BINJAI, SiNews.id – Estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai resmi berganti. Dalam sebuah upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat, Wawan Irwanto kini resmi menjabat sebagai Kepala Lapas Binjai menggantikan Anton Setiawan.

 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Lapas dari pejabat lama Anton Setiawan kepada pejabat baru Wawan Irwanto, di Lapangan Upacara Lapas Binjai, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, serta jajaran Forkopimda Kota Binjai dan para Kepala UPT Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumut.

Dalam sambutannya, Anton Setiawan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Lapas Binjai atas dedikasi dan kerja sama yang terjalin selama masa kepemimpinannya. Ia berharap agar segala program yang telah berjalan baik dapat diteruskan oleh kepemimpinan yang baru.

Sementara itu, pejabat baru Kalapas Binjai, Wawan Irwanto, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program unggulan serta melakukan inovasi guna meningkatkan pelayanan publik dan pembinaan bagi warga binaan di Lapas Binjai.

Acara diakhiri dengan prosesi penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memori jabatan yang disaksikan langsung oleh para tamu undangan serta diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergitas antar instansi.

Sertijab di lingkungan Kemenkumham merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan promosi jabatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik guna menjaga ritme kinerja di instansi pemasyarakatan.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa dampak positif terhadap peningkatan pengamanan di dalam Lapas serta penguatan program pembinaan mandiri bagi narapidana. Kehadiran pemimpin baru seringkali membawa perspektif segar dalam menangani isu-isu krusial seperti overkapasitas dan integritas pegawai.

Untuk mendukung kepemimpinan yang baru, diperlukan sinergitas yang kuat antara pihak Lapas dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya serta partisipasi masyarakat. Penguatan sistem IT dalam pelayanan kunjungan dan transparansi pembinaan menjadi solusi utama dalam mewujudkan Lapas yang bersih dan melayani (WBK/WBBM).

Related posts