Kesawan Square Medan: Dari Kota Tua Jadi Tongkrongan Viral Anak Muda, Kisah Seru “Cimod Bersaudara” Sambut Lebaran

Medan, Sumatera Utara – Kalau ngomongin wisata malam di Kota Medan yang lagi naik daun, satu nama yang hampir selalu muncul di FYP TikTok dan Instagram adalah Kesawan Square. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat perdagangan klasik dengan bangunan bergaya kolonial ini, kini berubah jadi salah satu spot nongkrong paling hits, terutama buat anak muda.

Setiap malam, khususnya saat akhir pekan dan momen libur seperti Lebaran, kawasan ini berubah jadi lautan manusia. Lampu-lampu hias yang menggantung di sepanjang jalan, deretan kursi dan meja outdoor, serta aroma makanan khas Medan yang menggoda, bikin siapa saja betah berlama-lama di sini.

Bukan cuma soal kuliner, Kesawan Square juga punya satu daya tarik yang sulit ditolak: spot foto estetik yang cocok buat konten media sosial. Dari vibe kota tua sampai street vibe ala luar negeri, semua ada di sini.

Suasana Malam yang “Hidup” di Jantung Kota Medan

Begitu matahari terbenam, suasana di Jalan Ahmad Yani perlahan berubah. Jalan yang siangnya dipenuhi kendaraan, mulai ditutup untuk umum dan disulap menjadi area pedestrian. Pedagang kaki lima mulai membuka lapak, kursi-kursi ditata rapi, dan lampu-lampu mulai menyala satu per satu.

Suara musik dari berbagai sudut berpadu dengan obrolan pengunjung. Ada yang datang bareng keluarga, pasangan, sampai rombongan anak muda yang sekadar cari suasana baru.

Di sinilah Kesawan Square terasa “hidup”.

Banyak pengunjung yang datang bukan cuma untuk makan, tapi juga untuk merasakan atmosfer kota tua Medan yang unik. Bangunan-bangunan tua di sekitar kawasan ini memberikan nuansa klasik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Spot Foto Jadi Magnet Utama

Salah satu sudut paling ramai di Kesawan Square adalah area dengan lampu gantung dan latar bangunan tua yang klasik. Di tempat ini, hampir setiap menit ada saja orang yang antre untuk berfoto.

Mulai dari pose santai, candid, sampai foto estetik dengan konsep street photography—semuanya dilakukan di sini.

Di tengah keramaian itu, terlihat sekelompok anak muda yang lagi seru-serunya foto bareng. Mereka tertawa, saling mengarahkan gaya, dan sesekali mengecek hasil foto di ponsel.

Mereka memperkenalkan diri sebagai “Cimod Bersaudara”.

Kenalan dengan Cimod Bersaudara

Kelompok ini terdiri dari enam anak muda yang semuanya bermarga Siregar:

  • Sutan Siregar
  • Ari Dayo Siregar
  • Aya Siregar
  • Najwa Siregar
  • Anggi Siregar
  • Syifa Siregar

Mereka terlihat kompak, dengan gaya santai khas anak muda Medan. Saat diwawancarai, Sutan Siregar yang juga anak muda pengusaha Playbox di Kota Medan “Cimod Playbox” tampak paling vokal langsung buka suara.

“Kesawan Square ini sekarang jadi tempat wajib kalau malam di Medan. Apalagi kalau lagi libur kayak sekarang, suasananya beda, lebih ramai, lebih seru,” ujarnya sambil tersenyum.

Ari Dayo Siregar menambahkan kalau tempat ini cocok banget buat semua kalangan.

“Mau nongkrong santai bisa, mau kulineran juga banyak pilihan. Yang penting vibes-nya dapet,” katanya.

Momen Lebaran Jadi Lebih Spesial

Yang menarik, ternyata Cimod Bersaudara tidak datang sendirian. Mereka sedang menemani dua sepupu mereka yang sedang berkunjung ke Medan dalam rangka libur Lebaran.

Dua sepupu tersebut adalah:

  • Nabila Siregar
  • Nadia Siregar

Keduanya datang dari Payakumbuh, Sumatera Barat.

Nabila mengaku ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi Kesawan Square.

“Aku sering lihat di TikTok sih, tapi baru sekarang bisa datang langsung. Ternyata lebih bagus dari yang aku bayangkan,” ujarnya dengan antusias.

Sementara Nadia mengatakan bahwa pengalaman ini jadi salah satu momen terbaik selama liburan Lebaran di Medan.

“Seru banget! Banyak makanan enak, tempatnya juga keren buat foto. Apalagi rame-rame sama keluarga, jadi makin asik,” katanya.

Kulineran Jadi Agenda Utama

Setelah puas berfoto, Cimod Bersaudara dan sepupu mereka langsung melanjutkan agenda utama: kulineran.

Di Kesawan Square, pilihan makanan memang tidak ada habisnya. Mulai dari makanan khas Medan seperti:

  • Soto Medan
  • Bihun bebek
  • Nasi goreng
  • Kwetiau

Hingga jajanan kekinian seperti:

  • Korean street food
  • Minuman boba
  • Dessert modern

Anggi Siregar mengaku selalu punya menu favorit setiap kali datang ke sini.

“Aku paling suka kwetiau sama minuman dingin. Apalagi kalau lagi panas, minuman di sini seger-seger,” katanya.

Sementara Syifa Siregar lebih suka berburu jajanan tradisional.

“Makanan Favorit aku Ifo Mie, Aku juga suka coba-coba makanan baru. Di sini kan banyak pilihan, jadi nggak bosen,” ujarnya.

Perpaduan Budaya dan Gaya Hidup Modern

Kesawan Square bukan hanya soal kuliner dan hiburan, tapi juga menjadi simbol bagaimana budaya lama bisa berpadu dengan gaya hidup modern.

Bangunan tua yang masih dipertahankan memberikan sentuhan sejarah, sementara aktivitas anak muda yang dinamis membuat kawasan ini terasa segar dan relevan.

Aya Siregar melihat Kesawan Square sebagai tempat yang punya nilai lebih.

“Di sini kita nggak cuma nongkrong, tapi juga bisa lihat sisi lain dari Medan. Ada sejarahnya, ada budayanya,” katanya.

Destinasi Wajib Saat ke Medan

Bagi wisatawan yang datang ke Medan, Kesawan Square kini menjadi salah satu destinasi wajib, terutama untuk wisata malam.

Lokasinya yang strategis di pusat kota membuatnya mudah diakses. Selain itu, suasananya yang aman dan nyaman juga menjadi nilai tambah.

Najwa Siregar bahkan menyarankan tempat ini untuk siapa saja yang baru pertama kali ke Medan.

“Kalau ke Medan tapi nggak ke Kesawan Square, rasanya ada yang kurang,” ujarnya sambil tertawa.

Harapan Anak Muda untuk Kesawan Square

Meski sudah populer, Cimod Bersaudara berharap Kesawan Square terus berkembang dan semakin baik ke depannya.

Sutan Siregar menyampaikan harapannya.

“Semoga tempat ini tetap terjaga kebersihannya, makin banyak event seru, dan tetap jadi tempat favorit anak muda,” katanya.

Ari Dayo juga berharap pemerintah terus mendukung perkembangan kawasan ini.

“Kalau dikelola dengan baik, Kesawan Square bisa jadi ikon wisata nasional, bahkan internasional,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Tempat Nongkrong

Kesawan Square bukan hanya tempat untuk makan atau foto-foto. Lebih dari itu, tempat ini menjadi ruang berkumpul, berbagi cerita, dan menciptakan momen.

Bagi Cimod Bersaudara, malam itu bukan sekadar jalan-jalan biasa. Itu adalah momen kebersamaan dengan keluarga, terutama dengan sepupu mereka yang datang dari luar kota.

Nadia Siregar mengungkapkan kesannya sebelum meninggalkan lokasi.

“Aku pasti bakal kangen suasana ini. Kalau ke Medan lagi, Kesawan Square pasti masuk list pertama,” ujarnya.

Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, Kesawan Square hadir sebagai bukti bahwa ruang publik bisa menjadi tempat yang menyatukan berbagai generasi.

Dari wisata kuliner, spot foto estetik, hingga cerita kebersamaan seperti yang dialami Cimod Bersaudara, semuanya menjadikan Kesawan Square lebih dari sekadar destinasi.

Ia adalah simbol kehidupan malam Medan yang hangat, ramai, dan penuh cerita.

Dan siapa tahu, di antara keramaian lampu dan tawa pengunjung, kamu juga bisa menemukan cerita serumu sendiri di sana.

Related posts