Aktivis Muda dan Konsistensi Ideologis Menyongsong Tahun Perjuangan

  • Whatsapp

Awal tahun 2026 menjadi penanda babak baru perjuangan bagi Rizqi Almaajid S.Pd, mahasiswa program magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Di tengah dinamika zaman yang kian pragmatis, Rizqi memilih jalan konsistensi ideologis dengan mengabdikan diri pada ruang akademik sekaligus barisan gerakan umat. Baginya, intelektualitas tanpa keberpihakan hanya akan melahirkan elit yang jauh dari realitas sosial.

Sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Syarikat Islam Provinsi Sumatera Utara, Rizqi mengusung arah gerakan mahasiswa yang kritis, berani, dan berakar pada nilai keislaman. Organisasi mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi panggung seremonial, tetapi harus tampil sebagai kekuatan moral dan sosial yang mampu membaca persoalan umat serta meresponsnya dengan tindakan nyata. Tahun 2026 diposisikan sebagai tahun konsolidasi ide, penguatan kader, dan militansi gerakan berbasis nilai perjuangan Syarikat Islam.

Read More

Di luar ruang kemahasiswaan, Rizqi juga dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Lembaga Pendamping Proses Produk Halal LP3H Halal Center Syarikat Islam Provinsi Sumatera Utara masa jihad 2025 sampai 2029. Amanah ini menegaskan bahwa perjuangan umat tidak berhenti pada wacana, tetapi harus menyentuh sektor strategis, termasuk penguatan ekonomi halal sebagai instrumen kemandirian dan kedaulatan umat di tengah arus kapitalisme global.

Bagi Rizqi Almaajid, aktivisme sejati adalah keberanian untuk mengambil posisi. Pendidikan Islam harus hadir sebagai alat pembebasan, bukan sekadar transmisi pengetahuan. Mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap ketimpangan sosial, problem keumatan, dan tantangan moral bangsa. Di sinilah peran aktivis diuji, apakah mampu menjadi pelopor perubahan atau justru larut dalam kenyamanan.

Memasuki tahun 2026, Rizqi menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis perjuangan. Dengan semangat jihad intelektual, sosial, dan struktural, ia mengajak generasi muda Islam Sumatera Utara untuk tidak apatis, tidak kompromistis terhadap ketidakadilan, dan tidak lelah berjuang. Sebab perubahan tidak lahir dari keraguan, tetapi dari keberanian untuk berpihak dan bergerak.

Related posts