Percut Sei Tuan, Sumatera Utara —
Di tengah luka yang masih menganga akibat bencana banjir dan lumpur yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh, secercah harapan kembali menyala. Harapan itu lahir dari doa, kepedulian, dan kebersamaan Kaum Syarikat Islam yang berhimpun dalam sebuah acara doa bersama dan penggalangan donasi kemanusiaan yang digelar oleh Perwakilan Wilayah (PW) Syarikat Islam Provinsi Sumatera Utara.
Acara yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan tersebut digelar di Yayasan Pendidikan Melyaz, Desa Cinta Rakyat, dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta kader Syarikat Islam dari berbagai tingkatan. Di lokasi yang sederhana namun sarat makna itu, doa-doa dilangitkan dengan air mata, mengetuk pintu langit agar rahmat dan perlindungan Allah SWT tercurah bagi para korban bencana.
Bencana yang menerjang sejumlah daerah di Sumatera Utara dan Aceh telah meninggalkan duka mendalam. Air bah yang datang tanpa ampun merendam rumah warga, merusak fasilitas umum, dan memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal. Masjid-masjid yang selama ini menjadi pusat ibadah dan ketenangan pun tak luput dari dampak, bahkan sebagian di antaranya kini kesulitan air bersih untuk operasional sehari-hari.
Menyadari kondisi tersebut, PW Syarikat Islam Sumatera Utara mengambil langkah nyata. Tidak hanya menyampaikan empati, tetapi juga menggerakkan aksi konkret melalui doa bersama dan pengumpulan donasi yang ditujukan langsung untuk membantu saudara-saudara terdampak di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, khususnya Aceh Tamiang.
Hadir dalam kegiatan tersebut H. Hendra Cipta, S.E., M.M, Ketua PW Syarikat Islam Sumatera Utara, yang secara langsung memimpin dan memberi arahan dalam kegiatan kemanusiaan ini. Turut hadir pula H. Ahmad Farhan, S.Pd.I, Sekretaris Laznas Syarikat Islam Sumatera Utara sekaligus Ketua DPC Syarikat Islam Deli Serdang; Heriyanto, S.Pd, Sekretaris Laznas SI Deli Serdang; Andika, S.Pd.I, Ketua PAC Syarikat Islam Percut Sei Tuan; serta Erlangga Wibowo, S.Pd, Ketua PAC Syarikat Islam Batang Kuis.
Dalam sambutannya, H. Hendra Cipta menegaskan bahwa musibah bukan hanya ujian bagi mereka yang terdampak, tetapi juga panggilan nurani bagi seluruh umat untuk saling menguatkan.
“Ketika saudara kita menangis karena kehilangan, maka kita semua terpanggil untuk hadir. Doa dan sedekah adalah senjata orang beriman, dan hari ini kita gunakan keduanya untuk mengetuk pintu pertolongan Allah,” ujarnya dengan suara bergetar.
Suasana semakin haru ketika kaum ibu binaan Syarikat Islam turut ambil bagian dalam doa bersama. Dengan penuh keikhlasan, mereka bersujud, mengangkat tangan, dan melantunkan doa-doa terbaik. Tangis haru pecah ketika seruan doa dilangitkan:
“Ya Allah, lindungi Indonesia dari musibah. Berikan kekuatan dan kesabaran kepada saudara-saudara kami yang sedang diuji.”
Doa-doa itu bukan sekadar rangkaian kata. Ia menjadi ikatan batin yang menyatukan hati, melintasi jarak antara Sumatera Utara dan Aceh. Di ruangan itu, tak ada sekat jabatan atau latar belakang. Semua larut dalam kepedulian yang sama: kemanusiaan.
Tak hanya berhenti pada doa, kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata. Berkat antusiasme dan keikhlasan para donatur, donasi yang terkumpul berhasil dihimpun dan segera disalurkan. Insya Allah, pada Senin pagi, 15 Desember 2025, PW Syarikat Islam Sumatera Utara akan memberangkatkan tiga unit truk air bersih, masing-masing berkapasitas 7.800 liter, menuju Aceh Tamiang.
Air bersih tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak, sekaligus diperuntukkan bagi masjid-masjid yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kegiatan ibadah dan operasional sehari-hari. Air yang dikirim bukan hanya untuk menghilangkan dahaga, tetapi juga untuk menghidupkan kembali denyut spiritual masyarakat.
Selain itu, satu unit bus tim relawan juga akan diberangkatkan untuk melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ihsan, Sungai Liput, Aceh Tamiang. Masjid yang terdampak banjir tersebut akan dibersihkan agar kembali layak digunakan sebagai tempat ibadah, tempat berteduh jiwa, dan pusat pemulihan spiritual masyarakat setempat.
Ketua Laznas Syarikat Islam Sumatera Utara, H. Ahmad Farhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara doa, zakat, infak, dan sedekah.
“Setiap rupiah yang dititipkan adalah amanah. Kami pastikan bantuan ini sampai dan memberi manfaat langsung bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sedekah sekecil apa pun dapat menjelma menjadi lautan harapan ketika dilakukan bersama-sama. Dari Desa Cinta Rakyat, pesan solidaritas itu bergema hingga Aceh Tamiang: bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah.
PW Syarikat Islam Sumatera Utara mengajak seluruh elemen umat untuk terus menjaga semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong. Musibah boleh datang silih berganti, tetapi selama doa dan kepedulian tak pernah padam, harapan akan selalu menemukan jalannya.
“Siapa tahu doa yang kita panjatkan hari ini menjadi pelindung kita di hari esok,” ujar salah seorang peserta doa dengan mata berkaca-kaca.
Dengan semangat kebersamaan dan iman, Kaum Syarikat Islam kembali menegaskan perannya: hadir untuk umat, bergerak untuk kemanusiaan, dan menjadikan doa serta aksi nyata sebagai jembatan kasih di tengah duka bangsa.
